Sleman – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah kepada dua Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), sebagai upaya nyata mempercepat penurunan stunting melalui intervensi langsung kepada keluarga sasaran.
Menteri Wihaji menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga melalui perbaikan kualitas lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak. Kondisi rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko stunting pada anak.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan kecukupan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, kita juga perlu memastikan bahwa keluarga tinggal di lingkungan yang sehat, memiliki sanitasi yang baik, serta rumah yang layak untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Wihaji.
Bantuan GENTING yang diberikan kepada keluarga Bapak Suparjiman di Glondong, Tirtomartani dan keluarga Ibu Paiyem di Pakem, Tamanmartani mencakup perbaikan bagian rumah yang tidak layak serta penyediaan fasilitas pendukung kesehatan keluarga. Melalui bantuan tersebut diharapkan keluarga penerima manfaat dapat memiliki lingkungan hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman sehingga mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Program GENTING merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai pihak sebagai orang tua asuh bagi keluarga risiko stunting. Sasaran program ini meliputi keluarga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dari keluarga risiko stunting. Bantuan yang diberikan dapat berupa dukungan nutrisi, perbaikan sanitasi, layanan kesehatan, edukasi pola hidup bersih dan sehat, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Menteri Wihaji mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi sebagai orang tua asuh dalam Program GENTING. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat penurunan stunting di Indonesia. Ia menegaskan bahwa stunting tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kepedulian dan gotong royong seluruh elemen bangsa untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, optimal, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Semakin banyak pihak yang terlibat sebagai orang tua asuh, semakin besar pula peluang untuk menjangkau keluarga sasaran dan memutus mata rantai stunting sejak dini.

“Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, kita ingin memastikan setiap keluarga yang berisiko mendapatkan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan. Ini adalah gerakan bersama untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambah Wihaji.
Pemerintah terus mendorong penguatan Program GENTING sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting melalui pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan semakin banyak keluarga risiko stunting yang mendapatkan pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : Christin Apriliya Adam
Dokumentasi : Tiara Rosivanengtyas, Kristian S. Widagdo
Rilis : Kamis, 25 Juni 2026